Deep Learning Hadirkan Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan Bagi Siswa Di SMPN 2 KERSAMANAH

Berita mengenai kurikulum Deep Learning di Indonesia mengacu pada pendekatan pembelajaran mendalam yang diusulkan oleh Kemendikdasmen untuk menyempurnakan kurikulum nasional, bukan sebagai kurikulum baru. Pendekatan ini berfokus pada pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan pengalaman belajar yang bermakna melalui tiga prinsip: mindful (sadar), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Deep learning menekankan pengembangan kemampuan berpikir dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata, dengan tujuan menciptakan proses belajar yang lebih komprehensif dan berkesan bagi siswa. 

Apa itu Deep Learning/Pembelajaran Mendalam dalam Pendidikan?

  1. Pendekatan, bukan kurikulum baru:Deep learning adalah sebuah metode atau pendekatan dalam proses belajar, bukan kurikulum yang berdiri sendiri. 
  2. Fokus pada pemahaman:Tujuannya adalah membuat siswa memahami materi secara komprehensif dan bukan hanya menghafal fakta. 
  3. Pengembangan Keterampilan:Pendekatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi pada siswa. 
  4. Pembelajaran Integratif:Deep learning mendorong integrasi topik antar mata pelajaran untuk membuat pembelajaran lebih relevan. 
  5. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Delapan Dimensi Profil Lulusan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
    Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan
    menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan
    sehari-hari.
  2. Kewargaan
    Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman
    budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat,
    memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk
    menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan
    kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks
    kebhinekaan global.
  3. Penalaran Kritis
    Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam
    memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk
    menyelesaikan masalah.
  4. Kreativitas
    Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam
    mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan
    bermanfaat.
  5. Kolaborasi
    Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara
    gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran
    dan tanggung jawab.
  6. Kemandirian
    Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya
    sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif,
    mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa
    bergantung pada orang lain.
  7. Kesehatan
    Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga
    keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan
    kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
  8. Komunikasi
    Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk
    melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan,
    dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
    dalam berbagai situasi.

Prinsip Utama Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning (Kesadaran):Guru memberikan ruang bagi siswa untuk menemukan cara belajar yang efektif dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. 
  2. Meaningful Learning (Bermakna):Materi pelajaran harus memiliki manfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, memberikan pemahaman yang mendalam bagi individu. 
  3. Joyful Learning (Menyenangkan):Proses belajar dirancang agar siswa merasa gembira, dihargai, dan bangga atas pemahaman yang mereka raih, menciptakan semangat untuk terus belajar. 

Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Memahami
    Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar
    dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai
    sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan
    esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
  2. Mengaplikasi
    Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi
    pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang
    diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.
  3. Merefleksi Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta
    hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap
    refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk
    mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan,
    pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Kerangka Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


1 Praktik Pedagogis
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan
belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk
mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada
pengalaman belajar peserta didik yang autentik,
mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan
berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
2. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara
ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk
mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual
dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong
kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga
dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik
dengan optimal.
3. Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis
antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra
profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol
pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
4. Pemanfaatan Digital
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting
sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang
lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya
beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan
pengetahuan bermakna pada peserta didik.

Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Menciptakan generasi yang memiliki pemahaman mendalam, bukan hanya hafalan. 
  2. Mendorong keterlibatan aktif dan rasa ingin tahu siswa. 
  3. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan membuat proses belajar lebih menarik dan bermakna. 
  4. Membantu siswa menerapkan pengetahuan yang dipelajari ke situasi baru sebagai pembelajaran seumur hidup. 

Penerapan dan Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Pendekatan ini diharapkan melengkapi dan menyempurnakan kurikulum yang sudah ada, seperti Kurikulum Merdeka. 
  2. Contoh penerapannya bisa berupa proyek pembuatan karya yang melibatkan perhitungan biaya, atau penggunaan asisten virtual untuk membantu pemahaman siswa. 

CATEGORIES:

Uncategorized

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Comments

No comments to show.